Trump Klaim Sudah Putuskan Calon Ketua The Fed Baru — Ini Daftar Kandidat Terkuat yang Diprediksi Publik

Table of Contents

 


Presiden Amerika Serikat kembali menggemparkan pasar keuangan setelah menyatakan bahwa keputusan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru telah dibuat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa jabatan pengganti pimpinan bank sentral AS akan diumumkan secara “segera”, tanpa menyebutkan tanggal spesifik maupun nama kandidat.


Pernyataan singkat tersebut langsung memicu gelombang di Wall Street, pasar obligasi, hingga komunitas kripto global. Banyak orang yang menilai keputusan ini dapat menentukan arah perekonomian dunia dalam beberapa tahun ke depan—mulai dari kebijakan suku bunga, inflasi, stabilitas dolar, hingga sentimen pasar aset digital.


Mengapa Pengumuman Ini Sangat Krusial?


The Fed adalah pusat pengambilan keputusan ekonomi terbesar di dunia. Setiap perubahan kurs suku bunga yang dibuatnya dapat:




Menggerakkan nilai dolar


Mengubah arah pasar saham


Meng ) harga emas


Mempengaruhi likuiditas pasar kripto



Dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ancaman, siapa yang memimpin The Fed ke depan akan menjadi salah satu faktor terpenting bagi investor internasional.

Analisis Kandidat Potensial Penggantinya Jerome Powell



1. Kevin Warsh — Menyanyikan "Hawk" yang Dekat dengan Trump



Mantan anggota Dewan Gubernur The Fed ini dikenal sebagai sosok hawkish (anti-inflasi) yang konsisten. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan lingkaran dalam Trump. Banyak sekali kritik terhadap kebijakan The Fed yang dianggap terlalu longgar pasca krisis 2008. Jika dipilih, pasar bisa mengantisipasi The Fed akan lebih disiplin dalam mengendalikan inflasi, bahkan mungkin lambat dalam menurunkan suku bunga.


2. Judy Shelton — Pembawa Angin Perubahan Radikal



Ekonom yang pernah dicalonkan Trump untuk menduduki jabatan di The Fed ini adalah penentang kebijakan bank sentral konvensional. Shelton pernah mendukung kembalinya standar emas dan sangat mendukung suku bunga rendah. Penunjukannya akan menjadi sinyal kuat bahwa Trump menginginkan The Fed yang lebih “akomodatif” terhadap agenda pertumbuhan ekonominya, namun berpotensi menimbulkan gejolak di kalangan investor tradisional.


3. John Allison — Tokoh dari Dunia Swasta



Mantan CEO BB&T Corporation ini mewakili suara dari sektor perbankan komersial. Allison dikenal sebagai pendukung setia pasar bebas dan regulasi minimal. Ia akan membawa praktisi langsung ke The Fed, yang mungkin disambut baik oleh Wall Street. Namun, para kritikus khawatir ia kurang berpengalaman dalam menangani krisis makroekonomi skala besar.


4. Glenn Hubbard — Ekonom Akademis yang Dianggap "Aman"



Dekan Sekolah Bisnis Columbia ini adalah sosok pembangun jembatan (pembangun jembatan). Hubbard memiliki kredensial akademis solid dan dihormati baik oleh kaum Republikan maupun Demokrat. Ia dianggap sebagai pilihan yang "aman" dan bisa kembali berperan sebagai Alan Greenspan dalam menjaga pasar kepercayaan tanpa kejutan besar.

Tapi ini belum semuanya benar, kita tidak tahu siapa yang akan menggantikan   Jerome Powell., karena masih dirahasiakan posisinya

Skenario Pasar: Bagaimana Reaksi Investor?


· Jika terpilih kandidat hawkish (seperti Warsh): Dolar AS mungkin menguat dalam jangka pendek, imbal hasil obligasi pemerintah bisa naik, namun saham teknologi (growth stocks) berpotensi terkoreksi.

· Jika terpilih kandidat dovish (seperti Shelton): Saham dan emas bisa meroket, namun nilai tukar dolar memicu dan memicu kekhawatiran inflasi jangka panjang.

· Jika Trump mempertahankan Jerome Powell: Akan dilihat sebagai kelanjutan status quo, menenangkan pasar, namun bisa dianggap Trump mundur dari janji perubahan.


Apa Artinya Bagi Indonesia dan Pasar Emerging Markets?


Pergantian Ketua The Fed akan berdampak langsung pada aliran modal global. The Fed yang lebih hawkish bisa menarik dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menekan nilai Rupiah dan menghantam harga saham. Sebaliknya, The Fed yang dovish bisa jadi berkah bagi arus masuk modal asing.


Investor di Indonesia perlu mengikuti perkembangan ini dengan sama, terutama yang memiliki eksposur besar terhadap sektor keuangan dan properti.


Kesimpulan: Menunggu "Segera" yang Penuh Arti


Pengumuman Trump ini datang pada momen yang sensitif. Pilihan calon Ketua The Fed tidak hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga pesan politik tentang arah kebijakan ekonomi AS ke depan. Siapapun yang terpilih akan langsung menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perekonomian global.


Satu hal yang pasti: saat pengumuman resmi dibuat, gelombang reaksi pasar tidak akan terelakkan. Yang bisa dilakukan investor dan pelaku ekonomi saat ini adalah bersiap untuk berbagai skenario, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi besar sebelum ada kejelasan.



Kesimpulan


Meskipun Trump belum mengumumkan nama resmi Ketua The Fed berikutnya, rumor dan spekulasi pasar sudah memanas. Siapapun yang dipilih akan memegang kekuatan besar dalam menentukan arah ekonomi global pada periode mendatang. Investor kini hanya menunggu waktu, sementara dunia finansial terus bersiap menyambut salah satu pengumuman terbesar tahun ini.


Posting Komentar