Pasar Saham China Terancam: Dampak Perang Dagang dengan AS terhadap Ekonomi Global
![]() |
Ketegangan perdagangan cina dan AS |
Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas pada tahun 2025. Setelah Presiden AS kembali menaikkan tarif impor hingga 100% terhadap sejumlah produk asal China, pasar saham di Negeri Tirai Bambu pun langsung mengalami tekanan besar. Investor global kini khawatir bahwa konflik perdagangan ini akan mengganggu stabilitas perekonomian dunia yang baru saja pulih dari tekanan inflasi dan mengganggu geopolitik.
1. Awal Mula Ketegangan Perdagangan AS–China
Perang dagang antara AS dan Tiongkok bukan hal baru. Perselisihan ini bermula sejak tahun 2018, ketika kedua negara saling menaikkan tarif impor demi melindungi industri dalam negeri masing-masing. Namun, pada tahun 2025 situasi kembali memanas setelah AS menuduh Tiongkok melakukan praktik perdagangan yang tidak adil, terutama dalam sektor teknologi dan manufaktur.
Pemerintah AS menargetkan produk-produk seperti mobil listrik, semikonduktor, dan peralatan energi hijau buatan China dengan tarif tinggi. Langkah ini langsung memicu aksi balasan dari Beijing yang berjanji akan mengenakan tarif serupa terhadap produk pertanian dan industri AS.
👉 Baca juga: https://cryptopulseid.blogspot.com/2025/12/the-fed-akhiri-quantitative-tightening.html
2. Dampak Langsung terhadap Pasar Saham Tiongkok
Setelah pengumuman tarif baru tersebut, indeks saham utama di China seperti Shanghai Composite Index dan Shenzhen Component Index anjlok hingga lebih dari 4% dalam waktu singkat. Investor asing mulai menarik modal mereka karena kekhawatiran terhadap lambatnya ekspor dan tekanan pada nilai tukar yuan.
Sektor-sektor yang paling terdampak antara lainnya
Ekspor teknologi dan manufaktur: karena biaya ekspor meningkat.
Otomotif dan energi hijau: akibat tarif tinggi dari AS.
Perbankan dan keuangan: karena meningkatnya risiko kredit di sektor industri.
3. Reaksi Investor Global
Investor global kini semakin berhati-hati terhadap aset-aset Asia. Banyak yang memilih untuk menempatkan dana mereka di pasar AS atau aset safe haven seperti emas dan dolar. Ketegangan ini juga memicu volatilitas di pasar mata uang dan komoditas, termasuk minyak mentah yang sempat naik karena kekhawatiran akan memperlambat perekonomian global.
Beberapa analis memperingatkan bahwa jika perang dagang ini terus berlanjut, tidak hanya Tiongkok yang akan terdampak, tetapi juga seluruh rantai pasok global — mulai dari Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Latin.
👉 Simak juga: https://cryptopulseid.blogspot.com/2025/12/analis-bloomberg-prediksi-harga-wajar.html
4. Dampak terhadap Perekonomian Global
Perang tarif antara dua raksasa ekonomi dunia ini dapat menekan pertumbuhan global. Menurut sejumlah lembaga ekonomi internasional, setiap kenaikan tarif 10% dari AS ke China bisa memangkas pertumbuhan ekonomi global hingga 0,2%.
Hal ini karena banyak negara lain bergantung pada ekspor bahan baku dan komponen yang mengalir di antara kedua negara tersebut.
Sektor teknologi, khususnya semikonduktor dan energi hijau, menjadi fokus utama karena keduanya merupakan tulang punggung ekonomi modern. Gangguan di sektor ini bisa memperlambat inovasi global dan menaikkan harga produk di seluruh dunia.
5. Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya?
Jika ketegangan tidak mereda, pasar saham China berpotensi terus melemah dalam jangka menengah. Pemerintah Tiongkok mungkin akan menyiapkan stimulus ekonomi berupa pemotongan suku bunga, dukungan ekspor, serta investasi infrastruktur besar-besaran untuk menahan dampak tarif AS.
Namun, kestabilan pasar akan sangat bergantung pada negosiasi antara kedua negara. Investor disarankan untuk mengikuti perkembangan kebijakan dagang dan memprioritaskan aset yang lebih defensif.
Kesimpulan
Perang dagang antara AS dan China kembali menimbulkan gejolak di pasar global. Pasar saham China menjadi salah satu yang paling terpukul akibat kenaikan tarif impor dari AS. Ketegangan ini tidak hanya mengancam perekonomian kedua negara, tetapi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Dalam situasi yang tidak pasti ini, investor perlu tetap waspada, memadukan kebijakan global, dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio agar tidak terjebak dalam risiko jangka pendek akibat ketegangan geopolitik
👉 Pelajari: https://cryptopulseid.blogspot.com/2025/12/analis-bloomberg-prediksi-harga-wajar.html
“Ikuti blog ini untuk update analisa crypto terbaru 2025.”
Disclaimer: Artikel ini adalah konten edukasi dan bukan merupakan saran finansial. Selalu lakukan penelitian mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum melakukan investasi.



Posting Komentar