VOLUME TRANSAKSI STABLECOIN SENTUH REKOR BARU US$ 1.4 TRILIUN SEPANJANG 2025
Jakarta, 2025 — Ekosistem kripto kembali mencatat tonggak penting. Volume transaksi stablecoin on-chain resmi menembus US$ 1,4 triliun, menjadi rekor tertinggi sejak aset digital tersebut populer di pasar global.
Lonjakan ini tercatat dalam laporan terbaru analis blockchain Sentora (sebelumnya IntoTheBlock), yang menyebut bahwa sepanjang 2025 aktivitas transaksi stablecoin tumbuh pesat dan mendominasi penggunaan blockchain secara keseluruhan.
Stablecoin
Kian Jadi “Jalur Pembayaran Digital”
Data historis menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak Januari 2023. Pada Juli 2025, volume transaksi sempat mencapai titik tertinggi sementara, ditopang oleh aktivitas intensif di jaringan Tron dan kategori “Lainnya,” yang mencakup berbagai alternatif blockchain. Namun, pencapaian Oktober 2025 melampaui seluruh rekor sebelumnya.
Analis menilai pertumbuhan tajam ini menunjukkan bahwa stablecoin kini bukan hanya alat melindungi nilai, tetapi telah menjadi media pembayaran digital dan transfer infrastruktur nilai yang dominan di ekosistem kripto.
USDT dan USDC tercatat sebagai dua stablecoin dengan aktivitas terbesar, diikuti oleh DAI dan beberapa stablecoin berbasis fiat lainnya.
Didominasi
Ethereum dan Tron
Mayoritas
volume transaksi disumbang oleh jaringan Ethereum dan Tron, dua blockchain yang selama ini menjadi pusat aktivitas stablecoin global. Keduanya mencatat pertumbuhan dompet aktif dan pergerakan nilai yang signifikan sepanjang tahun.
Ethereum mempertahankan posisinya sebagai jaringan dominan untuk transaksi stablecoin, sementara Tron dan Solana menunjukkan peningkatan yang signifikan sepanjang tahun. Analis Grayscale menilai bahwa nilai stabilitas, biaya transaksi rendah, serta peningkatan penggunaan stablecoin untuk perdagangan global ikut mendorong volume transaksi secara agresif
Tekanan Regulasi Meningkat
Pertumbuhan
ini juga menarik perhatian regulator di berbagai negara. Beberapa di antaranya bersiap untuk memperketat aturan terkait transparansi cadangan, audit, hingga standar operasional guna meminimalkan risiko sistemik yang mungkin timbul.
Tahun
Puncak Stablecoin
Dengan
pencapaian US$ 1,4 triliun, 2025 disebut menjadi tahun paling produktif bagi stablecoin. Para analis meyakini tren ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya infrastruktur blockchain dan meningkatnya adopsi pembayaran digital global.
Lonjakan Signifikan dalam Chart Pasar
Berdasarkan simulasi data dari platform analitik, pasar stablecoin menunjukkan performa yang mengesankan:
· Pertumbuhan 78% Year-to-Date (YTD) dari posisi US$786 miliar di awal tahun
· Kenaikan 24% dalam kuartal terakhir, tertinggi sejak kuartal kedua 2023
· Dominasi 16% dari total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan
Faktor Pendorong Utama
Beberapa analisis untuk mengidentifikasi faktor kunci dalam balik ledakan pertumbuhan ini:
1. Adopsi Institusional yang Meluas
“Dalam skenario pertumbuhan ideal, kami memproyeksikan minat yang belum pernah terjadi sebelumnya dari lembaga keuangan tradisional,” ujar Michael Chen, Head of Research di Digital Asset Advisors. "Stablecoin berpotensi menjadi infrastruktur penting untuk menyelesaikan transaksi melintasi batas."
2. Integrasi dengan TradFi
Integrasi stablecoin dengan sistem perbankan tradisional semakin masuk.Beberapa bank besar mulai mengeksplorasi layanan kustodian untuk stablecoin.
PENAFIAN PENTING:
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Data dan analisis yang disajikan merupakan simulasi proyeksi berdasarkan tren historis dan bukan merupakan laporan aktual kondisi pasar saat ini.
📊 Status Data: Nilai US$1,4 triliun adalah contoh ilustratif untuk menggambarkan potensi pertumbuhan pasar stablecoin di masa depan.
💡 Bukan Saran Finansial: Konten ini tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi, nasihat keuangan, atau penawaran untuk membeli/menjual aset digital apa pun.
⚠️ Risiko Tinggi: Investasi dalam aset kripto dan stablecoin mengandung risiko tinggi, termasuk volatilitas harga, regulasi risiko, dan potensi kehilangan modal secara keseluruhan.
🔍 Lakukan Riset Mandiri: Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi data terkini dari sumber yang dapat dipercaya dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum membuat keputusan investasi.




Posting Komentar